Temuan tersebut mengindikasikan bahwa setelah menulis, otak menjadi lebih siap menerima informasi baru dan belajar dari kesalahan yang pernah terjadi.

Menulis Membantu Mengurangi Distraksi dan Stres

Selain mengamati aktivitas otak, para peneliti juga mengukur tingkat stres peserta sebelum dan sesudah melakukan aktivitas menulis.

Hasilnya menunjukkan bahwa menulis tentang pengalaman emosional dapat membantu mengelola stres, membuat kondisi mental lebih stabil, serta meningkatkan kesiapan kognitif.

Laporan yang dipublikasikan The Conversation juga menyebutkan bahwa aktivitas menulis dapat membantu mengurangi gangguan pikiran internal, seperti overthinking, kecemasan, hingga pikiran-pikiran yang tidak relevan.

Peserta yang melakukan aktivitas menulis dilaporkan cenderung mengalami lebih sedikit distraksi saat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dalam konteks penelitian ini, menulis bukan sekadar mencatat atau mengetik informasi biasa. Aktivitas yang dimaksud adalah menulis secara reflektif, yaitu menuangkan pikiran, perasaan, atau pengalaman secara sadar.

Karena itu, membaca dan menulis kerap dianggap sebagai bentuk latihan kognitif sederhana yang dapat membantu menjaga fungsi otak tetap aktif.

Cara Memulai Kebiasaan Menulis 10 Menit

Bagi yang ingin mencoba manfaatnya, aktivitas ini dapat dimulai dengan langkah sederhana, antara lain:

  • Luangkan waktu sekitar 10 menit sebelum belajar atau bekerja.
  • Tuliskan apa pun yang sedang ada dalam pikiran tanpa aturan khusus.
  • Topik tulisan bisa berupa kekhawatiran, rencana, pengalaman, atau refleksi dari aktivitas sehari sebelumnya.
  • Hindari gangguan seperti musik, video, atau aktivitas lain yang dapat memecah fokus.

Tidak perlu menulis panjang atau memperhatikan kerapian tulisan. Yang terpenting adalah proses menuangkan pikiran secara bebas dan sadar.