JAKARTA – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, memastikan seluruh aset Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dibeli menggunakan anggaran negara pada 2025 akan tetap dimanfaatkan secara optimal. Aset tersebut mencakup motor listrik, perangkat teknologi informasi (IT), laptop, CCTV, hingga berbagai sarana pendukung lainnya.

Pernyataan itu disampaikan di tengah evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Program MBG setelah muncul dugaan korupsi dan praktik markup dalam sejumlah proyek pengadaan pada masa kepemimpinan sebelumnya.

“Prinsip secara umum yang sudah keluar di 2025 karena uang negara sudah keluar, harus kita maksimalkan pemanfaatannya,” ujar Arum di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (15/6).

Menurut Arum, BGN tidak hanya mengevaluasi pengadaan motor listrik yang menjadi sorotan publik, tetapi juga seluruh aset yang telah dibelanjakan sepanjang 2025.

Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) guna mengetahui perkembangan penanganan hukum terhadap sejumlah proyek pengadaan yang saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Arum menegaskan, langkah yang diambil bukan membiarkan aset yang telah dibeli menjadi barang terbengkalai. Sebaliknya, BGN ingin memastikan seluruh barang tersebut dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan program.

“Semua yang sudah dibelanjakan di 2025 termasuk IT, sebenarnya kami inginnya itu dimaksimalkan,” ujarnya.

Evaluasi juga mencakup sejumlah pengadaan yang sebelumnya menjadi perhatian penyidik, mulai dari laptop, perangkat Internet of Things (IoT), CCTV, hingga aset pendukung lainnya.