JAKARTA — Olahraga rutin menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Menariknya, sebuah studi menemukan beberapa jenis olahraga dikaitkan dengan angka harapan hidup yang lebih panjang.

Dari sejumlah aktivitas yang diteliti, tenis mencatat angka tertinggi dengan tambahan harapan hidup 9,7 tahun dibandingkan kelompok yang kurang aktif.

Temuan tersebut berasal dari Copenhagen City Heart Study yang melacak kondisi kesehatan dan kematian ribuan peserta selama sekitar 25 tahun.

Seperti dilansir dari Healthy, pakar Blue Zone Dan Buettner melalui akun Instagramnya membagikan informasi mengenai Copenhagen City Heart Study yang diluncurkan pada 1991 dan berlangsung hingga 2017.

Selama 25 tahun, studi tersebut melacak tingkat kesehatan dan kematian pada 8.577 peserta.

Pada 2018, Mayo Clinic menerbitkan temuan utama dari penelitian tersebut.

Peneliti membandingkan tingkat kematian peserta berdasarkan jenis aktivitas olahraga dengan kelompok yang kurang aktif.

Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan tambahan angka harapan hidup yang dikaitkan dengan sejumlah jenis olahraga.

Tenis Dikaitkan dengan Tambahan Harapan Hidup 9,7 Tahun

Dari delapan jenis aktivitas yang dibandingkan, tenis berada di posisi teratas.

Berikut daftar olahraga dan tambahan angka harapan hidup yang ditemukan dalam studi:

  1. Tenis: 9,7 tahun
  2. Badminton: 6,2 tahun
  3. Sepak bola: 4,7 tahun
  4. Bersepeda: 3,7 tahun
  5. Berenang: 3,4 tahun
  6. Jogging: 3,2 tahun
  7. Senam: 3,1 tahun
  8. Aktivitas klub kesehatan: 1,5 tahun

Meski angka tersebut menarik, hasil penelitian tidak berarti seseorang yang mulai bermain tenis secara otomatis akan hidup 9,7 tahun lebih lama.

Temuan tersebut menunjukkan adanya hubungan antara jenis aktivitas olahraga yang dilakukan peserta dengan perbedaan angka harapan hidup.

Dan Buettner berpendapat salah satu faktor yang mungkin berperan adalah aspek sosial dalam beberapa jenis olahraga tersebut.

Olahraga seperti tenis, badminton, dan sepak bola memberikan kesempatan bagi seseorang untuk berinteraksi dengan orang lain atau menjadi bagian dari kelompok.

Interaksi sosial tersebut dinilai dapat membantu mengatasi kesepian.

Menurut studi yang pernah ada sebelumnya, kesepian berkontribusi terhadap kematian atau penurunan angka harapan hidup.