Salah satu momen yang disorot adalah ketika Marquez tidak mengikuti kegiatan komersial setelah MotoGP Jepang.

Pernat menilai Marquez mulai menunjukkan karakter kepemimpinan di antara para pembalap. Ia juga memperkirakan Marquez ingin mengakhiri karier balapnya ketika kondisi fisik masih memungkinkan untuk menjalani kehidupan setelah pensiun.

“Anda bisa melihat bahwa ia mulai menjadi sosok pemimpin bagi para pembalap dalam berbagai aspek. Ia ingin mencapai masa pensiun dari dunia balap motor-dalam satu atau dua tahun ke depan dalam kondisi yang sehat,” tutur Pernat.

Pernat juga menyoroti perubahan format dan aturan MotoGP yang menurutnya membuat kehidupan pembalap semakin berat. Ia menilai padatnya agenda balapan dan kegiatan sepanjang akhir pekan dapat mengurangi kenyamanan serta meningkatkan risiko fisik dan mental.

“Dengan semua aturan baru yang diterapkan, seperti sesi latihan pada hari Jumat dan Sabtu, serta total 44 kali balapan, Marc menyadari bahwa kehidupan sebagai pembalap kini tidak lagi menyenangkan. Ini adalah kehidupan yang mengasingkan diri, sekaligus sangat berbahaya, baik dari sisi fisik maupun mental,” ujar Pernat.

Meski demikian, prediksi mengenai kemungkinan pensiun lebih cepat tersebut merupakan pandangan Carlo Pernat. Belum ada pernyataan resmi dari Marc Marquez dalam naskah sumber yang mengonfirmasi rencana mengakhiri kariernya pada akhir 2027.