Seorang pejabat AS mengatakan operasi tersebut merupakan tindakan defensif untuk menghadapi ancaman dari pasukan Iran yang menggunakan rudal permukaan-ke-udara terhadap aset Amerika Serikat.

Laporan CNN juga menyebut serangan tersebut berkaitan dengan insiden penembakan terhadap pesawat AS oleh pihak Iran. Namun, operasi itu disebut tidak menandakan dimulainya kembali operasi tempur berskala besar terhadap Iran.

Pihak Pentagon mengarahkan pertanyaan mengenai operasi tersebut kepada Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM). Namun, CENTCOM belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar yang dilaporkan sejumlah media.

Perkembangan ini menambah ketegangan di kawasan Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur strategis perdagangan dan pengiriman minyak dunia.