Hasil survei SMRC tersebut juga menunjukkan bahwa Gibran masih berada dalam jajaran tokoh yang diperhitungkan dalam simulasi kandidat presiden. Meski demikian, angka tersebut merupakan gambaran pilihan responden dalam skenario survei, bukan hasil pemilihan presiden.

Kritik Politik Tidak Selalu Menurunkan Elektabilitas

Chamad mengatakan derasnya kritik terhadap seorang tokoh politik tidak selalu berujung pada penurunan elektabilitas.

Dalam kondisi tertentu, serangan yang ditujukan untuk meredupkan citra seorang figur justru dapat memperluas pengenalan masyarakat terhadap sosok tersebut.

Namun, ia mengingatkan bahwa meningkatnya popularitas dan perhatian publik tidak otomatis berbanding lurus dengan dukungan politik.

Karena itu, Gibran dinilai tetap perlu menunjukkan kapasitas kepemimpinan dan kinerja selama menjalankan tugas sebagai wakil presiden.

“Posisi strategis Gibran tetap harus diimbangi dengan pembuktian kinerja, kapasitas kepemimpinan, dan akuntabilitas sebagai wakil presiden,” tutur dia.

Dengan berbagai modal politik yang dimiliki, Chamad menilai Gibran masih berpotensi menjadi salah satu figur yang masuk dalam perhitungan elite politik nasional.

Tantangan berikutnya adalah membuktikan kapasitas kepemimpinan sekaligus menjaga kepercayaan publik di tengah kritik dan polemik yang terus mengiringi perjalanan politiknya.