Mobility Global memperkirakan kendaraan listrik dapat mencapai lebih dari 30 persen dari total produksi kendaraan pada 2030. Angka tersebut diproyeksikan melampaui kendaraan hybrid dan kendaraan bermesin, termasuk diesel.
Pabrikan Jepang yang memiliki porsi kendaraan listrik relatif kecil masih mengandalkan kendaraan hybrid. Penjualan hybrid global naik 10 persen menjadi 7,27 juta unit pada semester I 2026, atau setara 18 persen dari total penjualan kendaraan baru global.
Hybrid tetap diminati karena konsumsi bahan bakarnya lebih rendah dibandingkan kendaraan bensin, termasuk ketika harga BBM mengalami kenaikan.
Laju adopsi kendaraan listrik juga masih sangat dipengaruhi kebijakan pemerintah. Sejak musim gugur tahun lalu, permintaan EV di AS turun tajam setelah subsidi dipangkas dan aturan efisiensi BBM dilonggarkan.
Kondisi tersebut membuat Honda dan General Motors merevisi strategi kendaraan listrik serta membukukan kerugian besar.
“Sedikit pembeli EV yang kembali ke kendaraan bensin atau hybrid, dan seiring harga yang terus turun, permintaan yang didorong kebutuhan nyata konsumen, bukan subsidi, kemungkinan akan meluas,” ujar Kawano.

