“Beberapa kandidat ini memiliki cukup suara untuk memenangkan kursi mereka sendiri, tetapi yang lain hanya menambahkan 1.000 atau 2.000 suara untuk partai mereka. Mereka tidak mendapatkan kursi, tetapi mereka membantu partai mereka mengamankan bagian yang lebih besar dari Kongres dan dana publik,” kata Melo.

Menurut Melo, meningkatnya jumlah kandidat unik juga berkaitan dengan perubahan dalam politik Brasil. Ia menilai sebagian kandidat dapat menarik pemilih yang kecewa terhadap politik tradisional.

Sementara itu, Plínio Trump mengaku menggunakan sosok Trump bukan hanya karena kemiripan fisik. Ia juga menjadikan Trump sebagai referensi politik sayap kanan.

“Kami memiliki sedikit pilihan di sayap kanan di Brasil. Bagi saya, Trump adalah referensi sayap kanan,” ujarnya.

Setelah menyelesaikan kampanye di Juiz de Fora, Plínio Trump bersiap kembali ke Varginha, kota yang dikenal luas di Brasil karena dugaan penampakan UFO. Ia berkampanye menjelang pemungutan suara yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober 2026.