Destana, Payung Ketangguhan Desa
Peran MPA Desa Pematang Rahim tak bisa dilepaskan dari keberadaan Destana, atau Desa Tangguh Bencana. Destana adalah program penguatan kapasitas desa dalam menghadapi berbagai ancaman bencana, termasuk karhutla, yang difasilitasi oleh BPBD dan mitra terkait.
Melalui Destana, Desa Pematang Rahim didorong memiliki kelembagaan penanggulangan bencana di tingkat desa, rencana aksi, jalur evakuasi, sistem peringatan dini, serta peningkatan kapasitas warga. MPA menjadi salah satu pilar penting dalam struktur Destana, khususnya untuk ancaman karhutla dan kabut asap.
“Dengan adanya Destana, kerja-kerja kami di MPA jadi lebih terarah. Ada struktur, ada rencana, ada koordinasi yang jelas dengan pemerintah desa dan BPBD,” tambah Yandri.
Destana juga memastikan bahwa upaya pencegahan tidak berhenti pada satu orang atau satu kelompok saja. Seluruh elemen desa—pemerintah desa, BPD, karang taruna, kelompok tani, hingga ibu-ibu PKK—dilibatkan dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Tantangan Lahan Gambut
Karhutla di lahan gambut punya karakter yang berbeda dari kebakaran biasa. Api bisa membara di bawah permukaan tanah selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu. Dari luar, asap mungkin terlihat tipis, tetapi di bawah permukaan suhu masih sangat tinggi.
Kondisi ini menuntut pendekatan khusus. Petugas tidak bisa hanya menyemprotkan air dari atas. Mereka harus membuka lapisan gambut untuk menemukan dan memadamkan sumber api yang tersembunyi. Penanganan seperti ini membutuhkan tenaga ekstra, ketelitian, dan kesabaran.

