Teknologi ini dapat membantu pengguna menelusuri apakah suatu gambar, video, atau audio dibuat menggunakan AI yang didukung SynthID. Namun, alat ini bukan pendeteksi universal yang mampu mengidentifikasi semua konten buatan AI.

Jika watermark tidak ditemukan, hasil tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa media merupakan foto atau rekaman asli. Konten yang dibuat menggunakan perangkat AI yang tidak memakai SynthID juga mungkin tidak terdeteksi.

Format Foto, Video, dan Audio yang Didukung

Mengutip TechCrunch, SynthID Detector mendukung berbagai format berkas untuk pemeriksaan media.

  • Gambar: JPG, JPEG, PNG, BMP, WEBP, AVIF, HEIC, HEIF, TIFF, TIF, dan GIF.
  • Video: MP4, MOV, dan WEBM.
  • Audio: WAV, MP3, OGG, FLAC, AAC, dan M4A.

Dukungan format tersebut memudahkan pengguna memeriksa berbagai jenis konten digital tanpa harus mengubahnya terlebih dahulu ke format lain.

Cara Cek Foto dan Video Buatan AI Pakai SynthID

Pengguna dapat memulai pemeriksaan melalui situs resmi SynthID Detector. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka situs SynthID Detector. Kunjungi synthid.com untuk mengakses layanan pemeriksaan media.
  2. Pilih berkas yang ingin diperiksa. Unggah foto, video, atau klip audio yang tersedia dalam format yang didukung.
  3. Tunggu proses pemeriksaan. Sistem akan memindai berkas untuk mencari watermark SynthID.
  4. Baca hasil pemeriksaan. Perhatikan apakah sistem menemukan watermark yang menunjukkan keterlibatan AI dari Google atau mitra yang didukung.

Hasil pemeriksaan perlu dibaca sesuai cakupan teknologi. Jika watermark ditemukan, hal itu menjadi petunjuk bahwa sebagian atau seluruh konten dibuat atau diedit menggunakan model AI yang terkait dengan watermark tersebut.