Pemerintah juga mengkaji penggunaan alat berat untuk membuat sekat bakar. Penggunaannya akan mempertimbangkan kondisi lapangan, termasuk kedalaman gambut, agar langkah penanganan sesuai dengan karakteristik kawasan.

“Tapi intinya, kita mencegah agar api tidak masuk ke zona inti,” ucap Raja Juli.

Personel Darat Disiagakan di Sejumlah Lokasi Kebakaran

Selain Pesalat, penguatan personel darat disiapkan untuk menangani kebakaran di Teluk Pulai, Sungai Buluh Kecil, Sungai Buluh Besar, Sungai Bawung, dan Tanjung Rengas.

Raja Juli mengatakan sebagian personel akan disiagakan di lapangan selama sekitar satu pekan. Strategi tersebut dirancang agar operasi pemadaman dapat berjalan secara berkelanjutan tanpa mengharuskan petugas berulang kali kembali dari lokasi kebakaran.

Penempatan personel dalam periode tersebut diharapkan mendukung respons yang lebih konsisten terhadap titik-titik api yang telah dipetakan.

Pemerintah Pusat dan Daerah Lanjutkan Penanganan Karhutla

Raja Juli menegaskan pemerintah pusat dan daerah bersama aparat serta masyarakat akan terus melakukan upaya penanganan karhutla di kawasan konservasi Taman Nasional Tanjung Puting.

Sejumlah unsur yang terlibat dalam upaya tersebut meliputi TNI, Polri, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Insyaallah pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, BMKG, BNPB tidak patah semangat, tidak cuci tangan, tidak lepas tangan. Segala upaya yang memang memungkinkan untuk kita lakukan, kita lakukan,” tutur Raja Juli.