Konflik Yaman Berisiko Berdampak ke Ekonomi Global

Eskalasi di Yaman tidak hanya menyangkut kondisi keamanan di Timur Tengah. Ancaman terhadap jalur pelayaran Laut Merah juga dapat berdampak terhadap perdagangan dan energi dunia.

Perkembangan terbaru bahkan ikut memengaruhi pasar minyak. Reuters melaporkan harga minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) menembus US$100 per barel pada 10 September di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan jalur energi di kawasan tersebut.

Jika konflik terus meluas, risiko terhadap pelayaran di sekitar Laut Merah dan Bab el-Mandeb dapat semakin besar. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya pengiriman serta menambah tekanan terhadap pasar energi global.

Yaman Kembali di Ambang Perang Besar

Rangkaian serangan antara Houthi, pasukan pemerintah Yaman, dan Arab Saudi menunjukkan bahwa situasi yang sebelumnya relatif terkendali kini kembali memasuki fase berbahaya.

Pasukan pemerintah Yaman berusaha memperluas wilayah yang dikuasainya, sementara Houthi memberikan perlawanan dan memperluas serangan hingga ke wilayah selatan Arab Saudi.

Belum dapat dipastikan apakah eskalasi ini akan berkembang menjadi perang besar dalam skala seperti periode awal konflik. Namun, meluasnya pertempuran darat, serangan rudal dan drone, serta meningkatnya risiko terhadap jalur pelayaran membuat perkembangan di Yaman menjadi perhatian serius di kawasan Timur Tengah.