Pembelajaran Dipindahkan ke Tempat Aman

Mu’ti mengarahkan sekolah yang mengalami kerusakan untuk menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar di ruang kelas yang terdampak.

Kegiatan pembelajaran dapat dipindahkan ke ruang yang aman, menggunakan tenda belajar, atau diliburkan sementara sesuai dengan kondisi masing-masing daerah.

Kemendikdasmen juga menyiapkan dukungan psikososial bagi warga sekolah melalui kerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).

“Kami juga menyiapkan dukungan psikososial melalui kerja sama dengan HIMPSI. Layanan tersebut akan segera bergerak setelah tim pendahuluan memberikan konfirmasi kondisi lapangan,” ucap dia.

“Langkah selanjutnya adalah mendorong pembersihan sekolah yang masih aman digunakan serta mengoordinasikan pemanfaatan anggaran belanja tambahan untuk kebutuhan sarana dan alat belajar,” sambungnya.

Kemendikdasmen Siapkan 50 Tenda dan Starlink

Untuk menjaga keberlanjutan pembelajaran, Kemendikdasmen telah menyiapkan 50 tenda ruang kelas darurat. Bantuan tersebut dikirim melalui dua klaster ekspedisi sebagai bagian dari respons cepat terhadap dampak gempa.

Selain fasilitas belajar sementara, Kemendikdasmen juga menyiapkan dukungan konektivitas melalui Starlink untuk wilayah yang mengalami gangguan listrik dan jaringan komunikasi.

“Tim lintas direktorat di Kemendikdasmen juga mulai bergerak ke lapangan untuk mempercepat asesmen, verifikasi kerusakan, dan koordinasi pemulihan layanan pendidikan,” tutur Mu’ti.

Penanganan tersebut dilakukan untuk memastikan layanan pendidikan di wilayah terdampak dapat kembali berjalan secara bertahap dengan tetap menempatkan keselamatan siswa, guru, dan warga sekolah sebagai prioritas.