Lebih Baik Beraktivitas di Dalam Ruangan

Jika hujan abu vulkanik cukup tebal, penggunaan pakaian tertutup, topi, dan mengurangi aktivitas di luar ruangan dapat menjadi perlindungan yang lebih baik dibandingkan hanya menambah lapisan tabir surya.

Saat berada di dalam rumah, warga juga perlu memastikan pintu dan jendela tertutup rapat untuk meminimalkan abu vulkanik masuk ke dalam ruangan.

Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, lansia, serta orang dengan eksim atau kulit sangat sensitif.

Jika setelah terkena abu vulkanik muncul kemerahan berat, pembengkakan, rasa terbakar yang kuat, luka atau lepuh, maupun keluhan yang tidak membaik setelah dibersihkan, warga disarankan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

“Tentunya kesehatan kulit hanya salah satu aspek. Abu vulkanik juga dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan, sehingga masyarakat sebaiknya tetap mengikuti informasi dan arahan resmi pemerintah,” tutur Arini.

Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi

Hingga Selasa (8/9) pagi, erupsi kembali terjadi di Gunung Anak Krakatau. Gunung berapi yang berada di perairan Selat Sunda tersebut mengalami tiga kali erupsi hingga pukul 07.49 WIB.

Erupsi telah terjadi sejak dini hari, yakni pada pukul 05.08 WIB.

Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III atau Siaga.