Faktor Eksternal Tekan IHSG

Di sisi lain, Benny menilai pelemahan IHSG sepanjang tahun ini lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal.

Kenaikan harga minyak, suku bunga yang masih tinggi, serta meningkatnya imbal hasil obligasi negara maju dinilai mengurangi daya tarik pasar Indonesia bagi investor global.

Kondisi tersebut membuat aliran dana asing ke pasar saham Indonesia menghadapi tekanan. Namun, menurut Benny, rendahnya posisi investor saat ini justru dapat menjadi ruang bagi masuknya kembali dana ke pasar ketika sentimen membaik.

J.P. Morgan Nilai Floor Price Rp1 Bisa Positif

Benny juga menanggapi rencana perubahan batas minimum harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Batas minimum harga saham yang saat ini berada di Rp50 per saham direncanakan turun menjadi Rp1. BEI telah melakukan uji coba penyesuaian tersebut dan implementasinya ditargetkan pada pekan ketiga atau keempat September 2026.

Benny menilai perubahan tersebut tidak serta-merta membuat pasar modal Indonesia berubah menjadi pasar penny stocks seperti di Amerika Serikat.

Menurutnya, penghapusan floor price Rp50 justru berpotensi memperbaiki likuiditas dan transparansi pasar. Selama ini, batas tersebut dinilai membuat sejumlah saham tidak aktif diperdagangkan.

“Saya rasa tidak seperti itu. Masalah MSCI itu apa concern-nya? Pertama, mereka tidak bisa mereplikasi indeksnya. Jadi, saham apa pun yang ditambah atau dihapus, itu tidak bisa dieksekusi pada rebalancing date dengan baik,” kata Benny.

Ia menjelaskan mekanisme pasar negosiasi atau over-the-counter (OTC) tetap tersedia bagi investor. Karena itu, pelepasan batas harga minimum dinilai dapat memberikan sentimen yang lebih positif bagi pasar.

“Banyak investor sekarang merasa mungkin dengan adanya Rp50 itu ada downside-nya. Tapi sebenarnya tidak seperti itu, karena ada mekanisme pasar negosiasi yang OTC. Jadi, kalau aturan Rp50 ini dilepas, menurut saya sentimennya seharusnya lebih positif,” ujarnya.

Penilaian tersebut sejalan dengan pandangan J.P. Morgan bahwa perubahan batas minimum harga dapat membuat mekanisme perdagangan berjalan lebih optimal serta meningkatkan transparansi dan likuiditas pasar.