Bulog Siapkan 110.000 Ton Beras

Untuk memperkuat pasokan di pasar, Bulog telah berkoordinasi dengan jaringan ritel modern di seluruh Indonesia dan menyiapkan penggelontoran 110.000 ton beras dalam satu bulan.

Rinciannya terdiri atas:

  • 75.000 ton beras premium
  • 35.000 ton beras medium

Pasokan tersebut akan disalurkan secara bertahap melalui jaringan ritel modern maupun pasar-pasar yang menjadi titik pemantauan harga pangan. Langkah ini ditujukan agar masyarakat memiliki akses lebih luas terhadap beras dengan harga yang kompetitif.

Berdasarkan keterangan Bulog yang dikutip ANTARA, pasokan tersebut juga diarahkan ke pasar yang masuk dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) serta jaringan ritel modern di berbagai daerah.

Libatkan Satgas Pangan hingga Pemerintah Daerah

Monitoring serentak menjadi langkah preventif untuk merespons dinamika harga pangan secara cepat. Dalam pelaksanaannya, Bulog berkolaborasi dengan Satgas Pangan, TNI, Polri, pemerintah daerah, pengelola pasar, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Sinergi tersebut memungkinkan pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari ketersediaan stok, distribusi, hingga harga di tingkat konsumen.

Apabila ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar, langkah korektif dapat segera dilakukan di lapangan.

Kehadiran jajaran Bulog secara langsung juga memungkinkan perusahaan memperoleh gambaran kondisi pasar secara riil, bukan semata berdasarkan laporan.

Bersama Satgas Pangan dan pemerintah daerah, hasil pemantauan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan langkah intervensi yang diperlukan. Tujuannya agar pasokan tetap lancar dan harga tidak bergerak di luar kewajaran.

Melalui penguatan stok, percepatan penyaluran SPHP, penambahan pasokan beras premium, operasi pasar, serta pengawasan langsung secara serentak, Bulog dan Bapanas mengoptimalkan instrumen yang dimiliki untuk menjaga stabilitas pangan nasional.

Kolaborasi dengan pemerintah, aparat, pelaku pasar, jaringan ritel modern, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar pasokan tersedia secara merata dan masyarakat di seluruh Indonesia dapat memperoleh pangan dengan harga yang wajar dan terjangkau.