3. Jentik nyamuk
Jentik nyamuk juga termasuk pakan alami yang relatif murah dan mudah ditemukan, terutama saat musim hujan. Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (UNAIR) turut menyebut jentik nyamuk sebagai salah satu pilihan pakan untuk ikan cupang.
Jentik mengandung protein dan lemak yang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ikan.
Jika mengambil jentik dari genangan, pilih larva yang masih berada di permukaan air dengan bentuk tubuh memanjang. Hindari jentik yang sudah berubah menjadi kepompong karena bentuknya lebih bulat dan dapat membuat perut ikan terlihat buncit.
4. Daphnia
Daphnia merupakan organisme air berukuran kecil yang dapat digunakan sebagai makanan alami ikan cupang. Ukurannya yang kecil membuat pakan ini relatif mudah dimakan oleh ikan.
Daphnia mengandung protein, lemak, serta sejumlah nutrisi lainnya. Pakan ini juga dapat diberikan pada berbagai tahap pertumbuhan ikan cupang.
Seperti pakan hidup lainnya, Daphnia sebaiknya diperoleh dari sumber yang bersih sebelum diberikan kepada ikan.
5. Artemia
Artemia juga dapat digunakan sebagai pakan ikan cupang. Pakan ini tersedia dalam bentuk nauplius atau larva berukuran sangat kecil maupun bentuk dewasa yang berukuran lebih besar.
Nauplius Artemia cocok untuk ikan berukuran kecil karena ukurannya sekitar 0,4 sampai 0,7 mm. Sementara itu, Artemia dewasa dapat diberikan kepada ikan yang sudah berukuran lebih besar.
Sebelum diberikan, Artemia perlu dicuci hingga bersih, terutama jika berasal dari air dengan kadar garam tinggi.

