Vagina Tak Perlu Dicuci hingga Bagian Dalam

Alih-alih membersihkan vagina hingga ke bagian dalam, Agassi menyarankan perempuan cukup menjaga kebersihan area luar organ intim.

Menurutnya, bagian dalam vagina tidak perlu dibuat benar-benar bersih karena organ tersebut mempunyai kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri melalui cairan alami.

“Cukup membersihkan bagian luar saja. Tidak perlu sampai memasukkan cairan atau alat ke dalam vagina,” ujarnya.

Anjuran tersebut, lanjut Agassi, berlaku bagi semua perempuan, baik yang sudah menikah maupun belum.

Status pernikahan tidak memengaruhi risiko terganggunya flora normal vagina akibat proses pencucian bagian dalam.

Dalam praktik medis sehari-hari, menurut Agassi, prosedur pembersihan bagian dalam vagina juga sangat jarang dilakukan.

Tindakan tersebut dapat dilakukan apabila dokter menemukan indikasi medis tertentu setelah melakukan pemeriksaan.

Dalam kondisi itu, dokter akan mempertimbangkan manfaat dan risikonya.

Namun, melakukan vaginal douching atas keinginan sendiri atau hanya karena mengikuti tren di media sosial tidak dianjurkan.

“Kalau memang dokter yang memeriksa menilai ada indikasi medis, tentu ada pertimbangan khusus. Tapi kalau dilakukan sendiri, memang tidak disarankan,” katanya.

Disbiosis Tidak Selalu Mudah Diatasi

Risiko lain yang menjadi perhatian adalah munculnya disbiosis.

Menurut Agassi, mengembalikan keseimbangan bakteri baik setelah flora normal vagina terganggu bukan perkara mudah.

Tubuh membutuhkan waktu untuk mengembalikan keseimbangan mikrobiota tersebut.

Dalam beberapa kasus, pasien bahkan membutuhkan terapi tambahan seperti probiotik atau postbiotik untuk membantu memulihkan flora normal.

“Untuk mengumpulkan kembali bakteri baik itu tidak mudah. Makanya sebaiknya jangan sampai keseimbangannya terganggu,” ujar Agassi.

Mikrobioma tubuh juga sangat kompleks karena dipengaruhi berbagai faktor, termasuk perpindahan bakteri dari area tubuh lain seperti usus.

Tak hanya vaginal douching, penggunaan sabun maupun cairan pembersih area kewanitaan juga perlu dilakukan secara bijak.

Agassi mengatakan produk pembersih masih dapat digunakan selama hanya diaplikasikan pada bagian luar dan tidak digunakan secara berlebihan.

Tujuannya bukan membuat vagina menjadi steril, melainkan menjaga kebersihan bagian luar dari kotoran, keringat, maupun sisa cairan.

“Yang penting area luarnya bersih. Tidak perlu sampai membersihkan bagian dalam karena memang tidak perlu dibuat benar-benar bersih,” katanya.