Progres Tol Palembang–Betung Capai 85,54 Persen

Jalan Tol Palembang–Betung memiliki panjang 69,19 kilometer yang terbagi menjadi tiga seksi, yaitu:

  • Seksi 1 Palembang–Rengas sepanjang 21,5 kilometer
  • Seksi 2 Rengas–Pangkalan Balai sepanjang 33 kilometer
  • Seksi 3 Pangkalan Balai–Betung sepanjang 14,69 kilometer

Hingga saat ini, progres konstruksi ruas tersebut telah mencapai 85,54 persen, sedangkan pengadaan lahan mencapai 88,43 persen.

Salah satu struktur utama pada ruas ini adalah Jembatan Musi V, yang turut menjadi lokasi peninjauan Wakil Presiden.

Tol Betung–Tempino–Jambi Perkuat Konektivitas

Sementara itu, Jalan Tol Betung–Tempino–Jambi memiliki panjang total 170,73 kilometer yang terbagi menjadi tiga seksi utama, yakni:

  • Seksi 1 Betung–Tungkal Jaya sepanjang 62,38 kilometer
  • Seksi 2 Tungkal Jaya–Bayung Lencir sepanjang 54,32 kilometer
  • Seksi 3 Bayung Lencir–Simpang Ness sepanjang 52,59 kilometer

Sebagian ruas telah beroperasi dan dimanfaatkan masyarakat, sedangkan pembangunan pada seksi lainnya masih terus berlangsung.

Apabila seluruh ruas telah beroperasi, kedua jalan tol tersebut akan menjadi koridor utama JTTS yang menghubungkan Sumatra Selatan dan Jambi secara lebih efisien.

Koridor ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh perjalanan, meningkatkan efisiensi distribusi logistik, serta memperkuat akses menuju pusat produksi, kawasan industri, pelabuhan, dan berbagai simpul ekonomi di Pulau Sumatra.

Hutama Karya Pastikan Pembangunan Sesuai Target

Direktur Operasi III PT Hutama Karya, Iwan Hermawan, menegaskan perusahaan berkomitmen menyelesaikan pembangunan kedua ruas tol sesuai target dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, dan tata kelola proyek.

“Arahan dan dukungan Bapak Wakil Presiden semakin memperkuat komitmen Hutama Karya untuk menuntaskan pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung dan Jalan Tol Betung–Tempino–Jambi sesuai target. Dengan beroperasinya kedua ruas tersebut secara penuh, konektivitas antara Sumatra Selatan dan Jambi akan semakin baik, waktu tempuh perjalanan menjadi lebih singkat, distribusi logistik semakin efisien, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang koridor Jalan Tol Trans Sumatra,” ujar Iwan.

Ia menambahkan Hutama Karya akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan guna memastikan penyelesaian proyek berjalan sesuai target.