Ketika bolide meledak, hambatan udara menyebabkan pecahannya menyebar secara horizontal dan membentuk struktur menyerupai panekuk atau pancake. Dalam penelitian ini, sebaran material tersebut disebut sebagai “cells”.
Dengan mengombinasikan model tersebut dan data dari penelitian sebelumnya, tim menghitung jumlah sel yang kemungkinan berasal dari Bumi maupun Mars dan berhasil mencapai awan Venus.
Hasilnya menunjukkan bahwa secara potensial terdapat ratusan miliar sel yang dapat berpindah dari Bumi ke awan Venus. Sebagian di antaranya bahkan diperkirakan masih memiliki peluang untuk bertahan hidup.
Perkiraan terbaik dari model tersebut menyebutkan sekitar 100 sel dapat terdispersi ke awan Venus setiap tahun dari Bumi. Sementara itu, sekitar 20 miliar sel diperkirakan telah berpindah dari Bumi menuju Venus selama 1 miliar tahun terakhir.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa model Venus Life Equation belum mampu menangkap seluruh detail interaksi antara bolide dan atmosfer Venus. Selain itu, setiap parameter dalam model masih memiliki tingkat ketidakpastian yang cukup besar.
Kendati demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pertukaran material pembawa kehidupan antara Bumi dan Venus berpotensi terjadi. Jika misi astrobiologi pada masa depan menemukan tanda-tanda kehidupan di awan Venus, salah satu kemungkinan yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa sumber kehidupan tersebut berasal dari Bumi.

