VLE bekerja dengan pendekatan yang mirip dengan Drake Equation, yakni memecah peluang keberadaan kehidupan ke dalam sejumlah faktor yang kemudian dikalikan. Secara matematis, persamaan tersebut dituliskan sebagai:
L = O × R × C
Dalam kerangka tersebut, L menunjukkan kemungkinan adanya kehidupan yang masih bertahan dengan nilai antara 0 hingga 1. O merepresentasikan peluang asal-usul kehidupan yang dapat muncul dan menetap di Venus. Sementara itu, R menggambarkan tingkat ketahanan material atau organisme terhadap perubahan lingkungan, sedangkan C menunjukkan keberlangsungan kondisi yang mendukung kehidupan hingga saat ini.
Material dari Bumi Harus Terdispersi di Atmosfer Venus
Tim peneliti kemudian menelaah perjalanan material dari Bumi menuju Venus melalui ruang angkasa. Setelah terjadi tumbukan besar di Bumi, material dapat terlontar dengan energi tinggi dan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari panas akibat tumbukan, radiasi kosmik, kondisi vakum, hingga suhu ekstrem.
Berdasarkan pemodelan komputer dan studi terhadap meteorit yang ditemukan di Bumi, sebagian material organik diperkirakan mampu bertahan selama proses lontaran maupun perpindahan antarplanet.
Namun, tantangan tidak berhenti saat material mencapai Venus. Agar dapat bertahan, material tersebut harus terdispersi di dalam atau tepat di atas lapisan awan Venus.
Karena itu, para peneliti memusatkan analisis pada meteor besar yang meledak di atmosfer atau bolide. Mereka menggunakan “pancake model”, yaitu metode semi-analitik yang menggambarkan proses fragmentasi bolide saat memasuki atmosfer.

