Jakarta — Sejumlah ilmuwan menilai terdapat kemungkinan Bumi mengirimkan bahan pembentuk kehidupan ke Venus melalui mekanisme yang dikenal sebagai panspermia.

Mengutip New Scientist, panspermia merupakan gagasan bahwa kehidupan tidak selalu berasal dari planet tempat kehidupan itu ditemukan. Dalam konsep ini, kehidupan di Bumi bisa saja berasal dari lokasi lain di alam semesta dan dibawa oleh meteoroid maupun benda langit lainnya.

Berdasarkan gagasan tersebut, penelitian terbaru menunjukkan skenario perpindahan material kehidupan dari Bumi ke Venus secara teoritis memungkinkan terjadi. Hal itu terutama jika material yang terlontar dari Bumi mampu bertahan selama perjalanan dan akhirnya terdispersi di atmosfer tebal Venus.

Menggunakan Kerangka Venus Life Equation

Mengutip SciTechDaily, penelitian ini dipresentasikan dalam Lunar and Planetary Science Conference (LPSC) 2026 dan melibatkan tim peneliti dari Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory (JHUAPL) serta Sandia National Laboratories.

Hasil studi yang dipimpin E. Guinan dan tim tersebut telah dipublikasikan dalam Journal of Geophysical Research: Planets pada Maret 2026.

Fokus penelitian ini adalah menjawab pertanyaan apakah material yang terlontar dari Bumi memungkinkan kehidupan bertahan di awan Venus setidaknya selama beberapa hari dalam setiap abad.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, para peneliti menggunakan kerangka yang disebut Venus Life Equation (VLE), yang dikembangkan oleh Noam Izenberg dan rekan-rekannya pada 2021.