Ivan menilai target dimulainya pekerjaan konstruksi pada tahun 2027 masih sangat realistis. Namun sejumlah tahapan penting harus segera diselesaikan, mulai dari Feasibility Study (FS), Detailed Engineering Design (DED), penyusunan dokumen Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP), pelaksanaan AMDAL, Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), hingga penerbitan Penlok dan pembebasan lahan.

Apabila seluruh tahapan tersebut berjalan sesuai jadwal, proses lelang konstruksi dapat dilakukan pada pertengahan 2027 dan groundbreaking proyek ditargetkan berlangsung pada September 2027.

Dorong Skema Multi Years Contract

Ivan juga menilai proyek pelebaran Jalan Mendalo idealnya menggunakan skema Multi Years Contract (MYC) agar pelaksanaan pekerjaan dapat berlangsung secara berkelanjutan tanpa terkendala batas waktu satu tahun anggaran.

Menurutnya, manfaat proyek ini sangat besar bagi masyarakat. Selain mengurangi kemacetan, pelebaran jalan akan meningkatkan konektivitas kawasan pendidikan, memperlancar distribusi barang dan jasa, membuka peluang investasi baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi.

“Jalan Mendalo merupakan urat nadi aktivitas masyarakat. Ribuan kendaraan melintas setiap hari. Karena itu, keberhasilan proyek ini akan menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan Jambi yang lebih maju dan terintegrasi,” tegasnya.

Ia berharap seluruh pihak dapat mengesampingkan ego sektoral dan menjadikan proyek pelebaran Jalan Mendalo sebagai agenda bersama demi kepentingan masyarakat luas.