JAMBI – Rencana pelebaran ruas Jalan Nasional Batas Kota Jambi–Mendalo–Sei Duren menjadi dua jalur empat lajur terus mendapat perhatian berbagai pihak. Proyek strategis tersebut dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan aglomerasi Jambi yang berkembang pesat.
Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menegaskan bahwa percepatan proyek tidak dapat hanya mengandalkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi sebagai pelaksana pembangunan fisik. Menurutnya, keberhasilan proyek sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jambi, dan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi.
“Jalan ini bukan sekadar proyek pembangunan infrastruktur biasa, tetapi merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan arah perkembangan kawasan Jambi di masa depan. Karena itu, sinergi dan koordinasi lintas instansi menjadi hal yang tidak bisa ditawar,” ujar Ivan Wirata.
Jalan Mendalo Jadi Salah Satu Jalur Tersibuk di Jambi
Saat ini, ruas Simpang Rimbo–Mendalo–Sei Duren menjadi salah satu koridor transportasi tersibuk di Provinsi Jambi. Setiap hari, ribuan kendaraan melintasi kawasan tersebut, mulai dari kendaraan pribadi, angkutan barang, mahasiswa, pekerja, hingga masyarakat yang beraktivitas di kawasan pendidikan dan permukiman.
Pertumbuhan kawasan Mendalo dalam beberapa tahun terakhir juga berlangsung sangat cepat. Kehadiran kampus besar seperti Universitas Jambi dan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, ditambah perkembangan kawasan bisnis, perdagangan, perumahan, dan fasilitas publik lainnya, menyebabkan volume lalu lintas terus meningkat.

