Dalam amanat tersebut, Yudian juga mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup. Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” lanjutnya.
Selain itu, Kepala BPIP berpesan kepada para menteri dan kepala daerah agar setiap kebijakan publik yang dihasilkan berlandaskan prinsip keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan masyarakat, serta memberikan perlindungan kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, memiliki semangat persatuan, dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai,” tutup amanat tersebut.
Usai upacara, Wali Kota Maulana secara khusus menyoroti Program Kampung Bahagia yang menurutnya menjadi salah satu bentuk implementasi nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat. Program tersebut mengedepankan semangat gotong royong, musyawarah, dan kebersamaan dalam menjaga lingkungan serta memperkuat hubungan sosial antarwarga.
“Dengan hadirnya Kampung Bahagia, semangat gotong royong dan musyawarah yang mulai terkikis di tengah masyarakat dapat kembali dibangkitkan,” kata Maulana.

