Sementara itu, Goldman Sachs menilai lemahnya permintaan minyak dari China dan Eropa masih menjadi risiko utama bagi pergerakan harga energi global.
Bank investasi tersebut memperkirakan harga Brent pada kuartal IV berpotensi berada di level US$90 per barel, sedangkan WTI diproyeksikan berada di sekitar US$83 per barel.
Meski demikian, Goldman Sachs menegaskan bahwa gangguan pasokan akibat konflik yang terus berlangsung di Timur Tengah masih dapat menjadi faktor yang mendorong harga minyak bergerak lebih tinggi.
Baca Juga:Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru per 1 Juni 2026, Pertamax Turbo Naik hingga Rp20.750 per Liter
Halaman

