JAKARTA – Perubahan tekstur sperma sering menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian pria. Salah satunya ketika air mani terlihat lebih encer dari biasanya.

Pada umumnya, sperma memiliki tekstur yang kental dengan warna putih keabu-abuan. Namun, kekentalannya dapat berubah akibat berbagai faktor, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi medis tertentu.

Dalam banyak kasus, sperma encer bersifat sementara dan dapat kembali normal tanpa pengobatan. Meski begitu, apabila kondisi ini berlangsung lama atau disertai keluhan lain, pemeriksaan ke dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Berikut beberapa penyebab sperma encer yang perlu diketahui.

1. Jumlah Sperma Rendah (Oligospermia)

Salah satu penyebab sperma encer adalah oligospermia, yaitu kondisi ketika jumlah sperma kurang dari 15 juta per mililiter cairan semen, sesuai kriteria World Health Organization (WHO).

Jumlah sperma yang rendah dapat menurunkan peluang kehamilan, tetapi tidak selalu berarti seseorang mengalami infertilitas.

Penyebab oligospermia beragam, mulai dari gangguan hormon, infeksi, paparan bahan kimia, konsumsi alkohol berlebihan, kebiasaan merokok, obesitas, hingga efek samping obat-obatan tertentu.

2. Varikokel

Varikokel merupakan pembengkakan pembuluh darah di sekitar testis yang dapat memengaruhi produksi serta kualitas sperma.

Kondisi ini cukup sering ditemukan pada pria yang menjalani pemeriksaan kesuburan, meski tidak semua penderitanya mengalami gangguan fertilitas.

Varikokel dapat terjadi pada salah satu maupun kedua sisi skrotum dan terkadang tidak menimbulkan gejala.