Jambi – Warga Desa Danau Kedap, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi digegerkan penemuan mayat di area persawahan. Belum diketahui pasti penyebab kematian pemuda berusia 30 tahun tersebut.

Penemuan mayat ini diinformasikan pada  Selasa pagi pkl 08.00 WIB Setelah warga Danau Kedap secara beramai-ramai mencari keberadaannya di sekitar persawahan. Setelah ditemukan, jenazah tersebut langsung dibawa kerumah keluarga warga untuk segera dipersiapkan proses pemakaman.

Sebelumnya, menurut keluarga korban, Junaidi pamit kepada orang tua kandung untuk berburu burung di area persawahan. Namun, hingga larut malam pemuda tersebut tak kunjung pulang. Akhirnya pihak keluarga dan masyarakat Danau Kedap sepakat melakukan pencarian.

Kepala Desa Danau Kedap, Iskandar saat dikonfirmasi membenarkan, adanya penemuan mayat di area persawahan yang merupakan warga Desa Danau Kedap.

Meski demikian, dirinya belum mengetahui pasti penyebab korban meninggal karena menurutnya, Junaidi saat pergi berburu burung kondisi cuaca hujan deras disertai petir.

Menanggapi kejadian ini, Kades  mengimbau kepada masyarakat, agar dalam melakukan kegiatan berburu burung, sebaiknya tidak pergi sendirian agar lebih aman.

“Kita harapkan kepada masyarakat agar berburu burung di area persawahan jangan sendirian supaya lebih aman,”katanya Selasa, 16 juni 2026.

Terpisah, Zulkarnain Seketaris Desa Danau Kedap mengatakan, mayat ditemukan di arena persawahan bernama Junaidi (30tahun) warga desa danau kedap, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi yang hilang sejak Senin, 15 Juni 2026 yang hingga Selasa pagi, 16 Juni 2026 sekitar pkl. 08.00 WIB, korban ditemukan dalam keadaan telungkup di area persawahan.

“Jadi  informasi pemuda yang hilang ini awalnya kami ketahui pada Senin malam dan langsung merapatkan barisan untuk mencari korban hingga sampai larut malam karena tidak ketemu kami lanjutkan Selasa paginya,”terangnya.

Ia melanjutkan, upaya ini membuahkan hasil. Tim pencarian menemukan korban di area persawahan dalam keadaan telungkup dan meninggal dunia.

Keluarga Korban Ikhlas

“Untuk penyebab meninggalnya korban, kami tidak tahu tapi pihak keluarga ikhlas dan tidak mau di otopsi, korban merupakan orang baik,”kata keluarga korban.

Ia mengharapkan, jika mau berburu burung jangan pergi sendirian, dan apabila membawa handphone ke sawah, sebaiknya dimatikan saat hujan deras demi menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Ya matikan data handphone saat hujan deras apalagi saat hujan – petir, selain itu pergi berburu  sebaiknya jangan sendirian,”tutupnya.(Garuda Sirait)