JAKARTA – Militer Amerika Serikat (AS) berencana membangun gudang senjata siap tempur permanen untuk Korps Marinir di wilayah tenggara Australia. Rencana tersebut terungkap dalam dokumen tender yang telah dikonfirmasi sejumlah pejabat kepada AFP.

Lokasi fasilitas itu disebut berada di luar jangkauan sebagian besar rudal China, menjadikannya salah satu aset strategis dalam upaya Washington memperkuat kehadiran militernya di kawasan Indo-Pasifik.

Pembangunan gudang senjata tersebut menjadi yang pertama bagi Korps Marinir AS di Australia. Para analis menilai langkah ini sejalan dengan strategi AS yang ingin memanfaatkan posisi geografis Australia di Pasifik Selatan untuk menghadapi meningkatnya kemampuan militer China.

Korps Marinir AS sebenarnya telah lama menerapkan sistem penempatan logistik global sejak era Perang Dingin. Saat itu, penyimpanan peralatan militer dilakukan melalui kapal-kapal logistik terapung dan fasilitas bawah tanah di Norwegia yang digunakan untuk menyimpan senjata, amunisi, serta kendaraan tempur guna mendukung ribuan personel.

Sementara itu, gudang darat pertama Korps Marinir AS di kawasan Asia-Pasifik dijadwalkan mulai beroperasi tahun ini di Filipina, yang lokasinya berada dekat dengan sejumlah titik strategis di Laut China Selatan.

Dokumen yang diterbitkan Angkatan Laut AS pada bulan ini menunjukkan adanya alokasi dana sebesar US$30 juta untuk pembangunan gudang dan fasilitas perkantoran di negara bagian Victoria, Australia. Fasilitas tersebut akan digunakan sebagai pusat penyediaan logistik penting bagi operasi Korps Marinir.