Sebelumnya, sejumlah kendaraan militer Angkatan Darat AS sempat ditempatkan di Bandiana setelah mengikuti latihan perang gabungan Australia dan AS pada 2023. Namun, program penyimpanan logistik Korps Marinir yang disetujui pada Juli tahun lalu disebut terpisah dari program milik Angkatan Darat AS.

Program peralatan Korps Marinir dan Angkatan Darat dirancang untuk mendukung kebutuhan layanan masing-masing dan dikelola di bawah otoritas dan proses yang terpisah,” kata juru bicara Korps Marinir.

Hingga laporan ini disusun, Departemen Pertahanan Australia belum memberikan tanggapan terkait permintaan komentar mengenai proyek tersebut.

Di Luar Jangkauan Sebagian Besar Rudal China

Pentagon diketahui telah meminta Kongres AS mengalokasikan dana sebesar US$500 juta pada tahun depan untuk memperkuat penempatan peralatan militer dan cadangan bahan bakar di kawasan Asia-Pasifik sebagai bagian dari strategi pencegahan terhadap China.

Saat ini sekitar 2.000 personel Korps Marinir AS menjalani latihan secara bergilir selama enam bulan setiap tahun di wilayah Darwin, Australia bagian utara.

Laporan terbaru lembaga think tank Lowy Institute pekan ini menyebut China memiliki kemampuan untuk menjangkau wilayah utara Australia menggunakan rudal balistik yang ditempatkan dari pos-pos militernya di Laut China Selatan.

Direktur Program Keamanan Internasional Lowy Institute, Sam Roggeveen, menilai faktor tersebut kemungkinan menjadi salah satu pertimbangan dalam pemilihan lokasi fasilitas logistik di wilayah tenggara Australia.