Berdasarkan dokumen tender, persediaan senjata akan terlebih dahulu ditempatkan di Melbourne sebelum dipindahkan ke fasilitas penyimpanan yang akan dibangun di pangkalan militer Bandiana, wilayah pedesaan Victoria. Fasilitas tersebut diperkirakan mencapai kapasitas penuh pada 2028.

Australia selama ini tidak mengizinkan keberadaan pangkalan militer asing permanen di wilayahnya. Kebijakan tersebut menjadi isu sensitif di tengah hubungan aliansi keamanan yang erat dengan AS dan meningkatnya rotasi pasukan Amerika di sejumlah fasilitas pertahanan Australia.

Dalam proyek ini, Angkatan Laut AS menggandeng kontraktor pertahanan internasional untuk merekrut sekitar 110 tenaga kerja yang terdiri dari insinyur, mekanik, spesialis material, dan petugas keselamatan. Mereka akan bertugas mengelola persediaan senjata yang mencakup berbagai sistem persenjataan yang dioperasikan personel militer.

Aktivitas Korps Marinir di Australia mendukung keberlanjutan global terintegrasi dengan menjaga peralatan dan perlengkapan siap pakai untuk operasi dan latihan di seluruh Indo-Pasifik,” kata juru bicara Pasukan Pasifik Korps Marinir AS kepada AFP.

Meski menolak mengomentari detail kontrak maupun perencanaan pasukan, juru bicara tersebut menegaskan bahwa seluruh perlengkapan Korps Marinir dijaga dalam kondisi siap operasional.

Ia juga menyebut pengelolaan fasilitas tersebut akan dilakukan melalui koordinasi erat dengan Departemen Pertahanan Australia.

Kegiatan-kegiatan ini meningkatkan daya tanggap, memperkuat interoperabilitas dengan sekutu dan mitra, dan mendukung berbagai misi di seluruh Indo-Pasifik,” ujarnya.