Jeda komunikasi hanya akan bermanfaat jika digunakan untuk menenangkan diri sebelum kembali berdiskusi dan mencari jalan keluar bersama. Karena itu, tidak masalah mengambil jarak sementara selama tetap mengomunikasikan niat untuk menyelesaikan masalah.
6. Hindari Terus-Menerus Mencari Validasi
Saat didiamkan, seseorang bisa merasa harus terus meminta maaf, bahkan ketika belum memahami kesalahan yang sebenarnya terjadi. Situasi ini dapat memicu rasa bersalah, ketakutan ditinggalkan, hingga kecemasan bahwa hubungan akan berakhir.
American Psychological Association (APA) menjelaskan bahwa ostracism atau pengucilan sosial dapat memberikan dampak signifikan terhadap emosi, perilaku, dan rasa memiliki seseorang.
Karena itu, penting untuk tidak mengabaikan perilaku mendiamkan yang terjadi secara berulang, terutama jika membuat Anda terus mencari pengakuan atau validasi dari orang lain.
7. Pertimbangkan Bantuan Profesional
Apabila silent treatment terus berulang, berlangsung lama, disertai manipulasi, ancaman, atau membuat seseorang takut menyampaikan pendapatnya, bantuan profesional dapat menjadi pilihan yang tepat.
Konseling pasangan, konseling keluarga, maupun pendampingan psikolog dapat membantu mengidentifikasi pola komunikasi yang tidak sehat sekaligus menemukan cara yang lebih konstruktif dalam menyelesaikan konflik.

