JAKARTA – Terobosan baru di dunia kesehatan berhasil dicapai setelah vaksin yang dirancang menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) berhasil melewati uji klinis pertama pada manusia. Vaksin tersebut digadang-gadang dapat menjadi senjata penting untuk mencegah pandemi di masa mendatang.
Vaksin yang dikenal sebagai universal vaccine ini dikembangkan oleh tim peneliti dari Universitas Cambridge dan Universitas Southampton, Inggris. Berbeda dengan vaksin konvensional yang biasanya ditujukan untuk melawan satu jenis virus tertentu, vaksin ini dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap berbagai virus dari kelompok Sarbecovirus, termasuk SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.
Para peneliti menjelaskan bahwa tantangan utama dalam pengembangan vaksin selama ini adalah kemampuan virus untuk terus bermutasi. Akibatnya, efektivitas vaksin dapat menurun seiring munculnya varian baru.
“Virus seperti influenza, virus corona, dan kelompok Ebola terus berevolusi. Ketika vaksin selesai dikembangkan dan didistribusikan, virus tersebut bisa saja sudah berubah,” ujar Profesor Saul Faust dari Universitas Southampton yang memimpin penelitian tersebut.
Untuk mengatasi masalah itu, tim peneliti memanfaatkan AI dengan menganalisis seluruh data urutan genetik virus Sarbecovirus yang tersedia. Teknologi tersebut kemudian digunakan untuk merancang “super-antigen”, yakni komponen vaksin yang memuat karakteristik umum dari seluruh kelompok virus tersebut, termasuk virus yang berpotensi muncul di masa depan.

