1. Lonjakan Hormon
Peningkatan hormon estrogen dan progesteron menyebabkan aliran darah menuju jaringan mukosa hidung meningkat sehingga memicu pembengkakan.
2. Retensi Cairan
Tubuh ibu hamil cenderung menahan lebih banyak cairan untuk mendukung pertumbuhan janin. Kondisi ini dapat memicu pembengkakan pada beberapa bagian tubuh, termasuk tangan, kaki, dan hidung.
3. Volume Darah Meningkat
Selama kehamilan, volume darah dapat meningkat hingga 50 persen. Tekanan tambahan pada pembuluh darah kecil atau kapiler di area hidung turut memengaruhi perubahan ukuran hidung.
Cara Mengurangi Ketidaknyamanan Pregnancy Nose
Meski tergolong normal dan tidak berbahaya, pembengkakan pada hidung sering kali membuat ibu hamil merasa tidak nyaman. Beberapa langkah berikut dapat membantu meredakannya:
- Kompres dingin untuk membantu mengecilkan pembuluh darah sementara.
- Mengurangi konsumsi garam agar retensi cairan tidak semakin parah.
- Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi menggunakan bantal tambahan untuk membantu mengurangi penumpukan cairan di wajah.
- Memenuhi kebutuhan cairan tubuh agar sirkulasi darah tetap lancar.
- Menggunakan humidifier guna membantu melegakan pernapasan saat hidung tersumbat.
Kapan Harus Waspada?
Pregnancy nose umumnya bersifat sementara dan akan kembali normal beberapa minggu setelah persalinan, seiring kadar hormon dalam tubuh yang mulai stabil.
Namun, ibu hamil perlu waspada apabila pembengkakan terjadi secara tiba-tiba dan berlebihan, terutama jika disertai tekanan darah tinggi atau sakit kepala hebat. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda preeklamsia, yakni komplikasi kehamilan serius yang memerlukan penanganan medis segera.
