Jakarta — Korea Selatan (Korsel), yang selama ini dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat kelahiran terendah di dunia, mulai menunjukkan tanda-tanda kenaikan angka kelahiran. Meski demikian, sebagian warga masih ragu untuk memiliki anak walaupun pemerintah telah menggelontorkan berbagai subsidi dan bantuan.
Berdasarkan data kementerian statistik Korea Selatan yang dikutip AFP, tingkat kesuburan negara tersebut sempat menyentuh titik terendah pada 2023 sebelum mulai mengalami peningkatan.
Jumlah kelahiran bayi tercatat terus meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Februari lalu, sekitar 23 ribu bayi lahir, menjadi angka tertinggi untuk bulan Februari dalam tujuh tahun terakhir.
Secara tahunan, pertumbuhan kelahiran mencapai 13,6 persen, tertinggi untuk bulan Februari sejak pencatatan dimulai pada 1981.
Peningkatan angka kelahiran juga terjadi seiring kenaikan angka pernikahan sejak pertengahan 2022, meski pertumbuhannya belum merata.
Sejumlah ahli menilai perubahan ini mencerminkan sikap generasi muda Korea Selatan yang mulai lebih terbuka terhadap kehidupan berkeluarga. Namun, masih terdapat perbedaan pandangan terkait faktor utama yang mendorong peningkatan tersebut, termasuk efektivitas kebijakan pronatalis pemerintah.
