Meski begitu, sejumlah analis menilai prediksi tersebut masih bersifat asumsi. Mereka menilai perbandingan itu belum memperhitungkan pertumbuhan kekayaan Elon Musk dari berbagai proyek bisnis masa depan.

Forbes memperkirakan kekayaan Michael Saylor mencapai sekitar US$4,8 miliar atau setara Rp85 triliun. Sementara kekayaan Elon Musk diperkirakan mencapai US$827,7 miliar atau sekitar Rp14.637 triliun.

Michael Saylor lahir pada 4 Februari 1965 di Lincoln, Nebraska, Amerika Serikat. Ayahnya merupakan perwira senior angkatan udara AS, sehingga masa kecilnya banyak dihabiskan di berbagai pangkalan militer di dunia.

Pada 1983, ia melanjutkan pendidikan di Massachusetts Institute of Technology (MIT) melalui beasiswa penuh Air Force Reserve Officers’ Training Corps (ROTC).

Di kampus tersebut, Saylor mengambil dua jurusan sekaligus, yakni teknik aeronautika dan astronautika serta sejarah sains.

Saat kuliah di MIT, ia bertemu dengan Sanju Bansal yang kemudian menjadi rekan bisnisnya dalam mendirikan MicroStrategy.

Saylor sempat bercita-cita menjadi pilot, namun gagal akibat masalah medis. Ia kemudian bekerja di perusahaan konsultan The Federal Group pada 1987 dengan fokus pada simulasi komputer untuk integrasi perangkat lunak.

Setahun kemudian, ia bergabung dengan DuPont sebagai konsultan internal dan mengembangkan model komputer untuk memprediksi perubahan pasar.

Pada 1989, Michael Saylor dan Sanju Bansal mendirikan MicroStrategy menggunakan tabungan gaji mereka. Awalnya perusahaan itu fokus pada software data mining sebelum berkembang menjadi perusahaan business intelligence.