JAKARTA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan suhu akibat fenomena El Nino selama musim kemarau 2026.

Langkah tersebut dilakukan menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut musim hujan tahun ini diperkirakan datang lebih lambat dari biasanya karena dipengaruhi fenomena El Nino.

“BPBD meningkatkan kesiapsiagaan melalui Pos BPBD Tegal Turi dan Tim Reaksi Cepat yang bersiaga selama 24 jam untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan serta mempercepat penanganan apabila terjadi keadaan darurat,” kata Analis Kebijakan Ahli Muda BPBD Kota Yogyakarta, Iswari Mahendrarko, di Yogyakarta, Sabtu (11/7), dikutip dari Antara.

Waspadai Fenomena Bediding

Selain mengantisipasi potensi kekeringan dan kebakaran, BPBD juga mengimbau masyarakat mewaspadai fenomena bediding, yaitu kondisi cuaca yang ditandai udara dingin pada malam hingga pagi hari, tetapi berubah menjadi panas pada siang hari.

Menurut Iswari, fenomena tersebut lazim terjadi saat puncak musim kemarau akibat berkurangnya tutupan awan.

Kondisi itu membuat panas matahari lebih mudah mencapai permukaan bumi pada siang hari. Sebaliknya, saat malam hari, panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat dilepaskan ke atmosfer sehingga suhu udara menjadi lebih rendah.

“Akibatnya, masyarakat merasakan perbedaan suhu cukup ekstrem. Pada malam hingga pagi hari udara terasa dingin dengan suhu berkisar 19 hingga 21 derajat Celsius, sedangkan siang hari suhu dapat mencapai 31 hingga 32 derajat Celsius,” ujarnya.