Pada 2026, tingkat ketidakhadiran peserta tercatat 2,87 persen, lebih rendah dibandingkan 2025 yang mencapai 3,59 persen.
“Semakin tinggi animo lulusan pendidikan menengah atas untuk kuliah menjadi peluang bangsa menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan SNBT 2026 yang dinilai berjalan akuntabel dan berkeadilan, termasuk peningkatan sistem pengawasan untuk mencegah kecurangan.
Penguatan sistem tersebut dilakukan melalui prosedur operasi standar, pengawasan berlapis, teknologi pengenalan wajah, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan.
“Integritas menjadi fondasi utama seleksi masuk PTN,” kata Brian.
Ia juga mengingatkan agar calon mahasiswa memilih program studi sesuai minat dan prospek masa depan, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

