“Sempat terjadi adu mulut singkat di lokasi kejadian,” ujar korban pada Benanusa, 21 Mei 2026.

Korban mengaku memilih menghindari konflik dan melanjutkan perjalanan pulang. Ia bahkan sempat menepi di sebuah minimarket untuk beristirahat dan menenangkan diri.

Mengaku Dibuntuti dan Diprovokasi

Menurut penuturan korban, pengemudi Honda Brio tersebut diduga membuntuti dirinya setelah insiden awal terjadi.

Ketegangan kembali terjadi saat korban melintas di kawasan depan Pasar TAC Sipin. Mobil disebut memepet kendaraan korban, memotong jalur secara paksa, lalu menghentikan laju motor di tengah jalan. Korban juga mengaku kunci motornya sempat dirampas.

Dalam situasi yang disebut menegangkan itu, pengemudi mobil diduga merekam kejadian menggunakan ponsel. Korban mengaku merasa terintimidasi dan khawatir terhadap keselamatan dirinya serta sang istri. Keributan pun tak terhindarkan hingga terjadi aksi saling dorong yang berujung korban menanduk pengemudi mobil tersebut.

Potongan video saat korban bereaksi kemudian tersebar luas di media sosial tanpa memperlihatkan rangkaian kejadian sebelumnya. Video itu pun memicu berbagai komentar publik yang menyudutkan korban.

Mediasi di Polsek Telanaipura

Karena keributan belum selesai dan kunci motor masih ditahan, korban bersama istrinya kemudian mengajak pengemudi mobil untuk menyelesaikan persoalan di Polsek Telanaipura.