“Konsep prasmanan ini tidak hanya menawarkan pengalaman makan yang baru, tetapi juga membantu mempromosikan komoditas unggulan daerah sekaligus mendukung para petani lokal dalam mendekatkan produk mereka langsung ke tangan konsumen,” ujar salah satu pengunjung, Hoang Anh Tuan, seperti dikutip dari VN Express.

Tuan mengaku optimistis dapat menghabiskan dua hingga tiga buah durian dalam satu sesi kunjungan.

Meski begitu, sejumlah pengunjung lain mengaku tetap membatasi konsumsi durian untuk menghindari efek samping kesehatan seperti pusing maupun peningkatan tekanan darah akibat kandungan gula dan gas yang cukup tinggi.

Tren prasmanan durian sendiri terus berkembang di kawasan Asia Tenggara, khususnya di negara produsen utama seperti Thailand dan Malaysia.

Melihat tingginya minat pasar, sejumlah jaringan hotel internasional di Asia mulai melirik peluang bisnis wisata kuliner durian dengan menggandeng pelaku agrowisata untuk menawarkan paket tur premium khusus prasmanan durian bagi wisatawan mancanegara.