Meski demikian, ia mengingatkan pengukuran tekanan darah di rumah tidak boleh dilakukan sembarangan. Posisi tubuh yang tidak tepat dapat memengaruhi hasil pemeriksaan.
“Kalau tidak bersandar, maka tekanan darah yang diukur itu bisa naik 10 sampai 15,” ujar Eka.
Ia juga menyarankan agar tidak berbicara selama pemeriksaan berlangsung karena dapat menyebabkan hasil tekanan darah meningkat.
“Tidak boleh ngobrol. Ngobrol bisa naik 10 sampai 20,” katanya.
Selain itu, Eka menyebut ada beberapa kondisi yang sebaiknya dihindari sebelum memeriksa tekanan darah karena dapat memengaruhi hasil pengukuran, seperti:
- sedang marah,
- mengalami stres,
- setelah berolahraga,
- setelah makan,
- setelah mengonsumsi obat.
Menurut Eka, pemeriksaan tekanan darah idealnya dilakukan dua hingga tiga kali karena hasil pengukuran pertama umumnya lebih tinggi.
Ia menegaskan pemantauan tekanan darah secara rutin penting dilakukan karena hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.
Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol diketahui dapat meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, hingga gagal ginjal.

