Berdasarkan data Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia, pencurian data tersebut banyak terjadi melalui tautan phishing yang menyerupai halaman resmi bank maupun melalui malware seperti keylogger yang terpasang di perangkat korban tanpa disadari.

4. Nama Ibu Kandung

Dalam sistem keamanan perbankan, nama ibu kandung termasuk data verifikasi identitas tingkat tinggi atau mother’s maiden name.

Merujuk informasi dari OCBC Indonesia, data ini digunakan sebagai tahap verifikasi terakhir ketika nasabah melakukan aktivitas berisiko tinggi.

Pelaku siber biasanya memburu informasi tersebut untuk melakukan penyamaran identitas saat menghubungi call center bank, seperti membuka blokir akun, melakukan reset PIN, hingga mengganti nomor telepon transaksi.

5. Masa Berlaku Kartu

Tanggal kedaluwarsa kartu dalam format bulan dan tahun, beserta 16 digit nomor kartu di bagian depan, termasuk data finansial yang sangat penting.

Dalam praktik card skimming, pelaku mencuri data tersebut menggunakan alat pemindai khusus yang dipasang pada slot ATM atau mesin EDC. Data hasil pencurian kemudian digunakan untuk menduplikasi instrumen pembayaran korban secara digital.