Jakarta — Seiring bertambahnya usia, banyak orang mulai merasakan perubahan pada pola tidur, termasuk kesulitan untuk tidur nyenyak. Kondisi ini tergolong normal dan dipengaruhi berbagai faktor dalam tubuh.

Tidur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan, mulai dari memperbaiki sel hingga memulihkan tubuh dari stres. Namun, pola tidur memang berubah seiring waktu.

Psikiater Greg Mahr menyebut memahami perubahan ini menjadi langkah awal untuk mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik.
“Memahami bahwa ini adalah perubahan alami dan belajar menghargai tidur Anda adalah langkah besar menuju tidur malam yang lebih nyenyak,” ujarnya, dikutip dari Henry Ford Health.

Perubahan Kebutuhan Tidur

Menurut Harvard Medical School, kebutuhan tidur berubah sejak usia dini hingga lanjut:

  • Bayi: 16–20 jam per hari
  • Anak usia 1–4 tahun: 11–12 jam
  • Remaja: sekitar 9 jam
  • Dewasa: sekitar 8 jam
  • Lansia: tetap membutuhkan sekitar 8 jam, tetapi sulit mendapatkannya dalam satu waktu

Seiring bertambahnya usia, fase tidur nyenyak dan REM (rapid eye movement) cenderung berkurang. Hal ini membuat tidur terasa lebih ringan dan mudah terbangun.

Penyebab Sulit Tidur di Usia Dewasa dan Lansia

Beberapa faktor yang memengaruhi kualitas tidur antara lain:

1. Kondisi kesehatan
Perubahan pada tubuh, seperti gangguan kandung kemih atau prostat, membuat seseorang lebih sering terbangun di malam hari.

2. Konsumsi obat-obatan
Obat seperti penenang, pil tidur, pelemas otot, atau antidepresan dapat memengaruhi pola tidur, baik menyebabkan kantuk berlebih maupun insomnia.

3. Gangguan tidur seperti Obstructive Sleep Apnea (OSA)
Kondisi ini terjadi ketika saluran napas terganggu saat tidur. Mendengkur menjadi salah satu tanda yang dapat mengganggu kualitas istirahat.

4. Stres dan kecemasan
Perubahan kondisi hidup, kesehatan, hingga tekanan mental dapat membuat pikiran tetap aktif saat malam hari.

5. Frustrasi karena sulit tidur
Kebiasaan melihat jam atau terus memikirkan kenapa tidak bisa tidur justru memperburuk kondisi dan memicu stres tambahan.