LONDON – Kepolisian Inggris menghadapi gelombang kritik setelah munculnya rekaman yang memperlihatkan seorang pelajar berusia 18 tahun diborgol saat berada dalam kondisi kritis akibat luka tusuk.

Kasus tersebut kembali menjadi sorotan publik setelah rekaman kamera tubuh (bodycam) petugas tersebar dan memicu perdebatan terkait penanganan korban oleh aparat kepolisian.

Korban diketahui bernama Henry Nowak. Ia mengalami luka tusuk dalam insiden yang terjadi di Southampton pada Desember tahun lalu.

Dalam rekaman tersebut, Nowak terlihat tergeletak di jalan sambil meminta pertolongan. Ia terdengar mengatakan, “Saya ditusuk” dan “Saya tidak bisa bernapas.”

Namun, salah seorang petugas yang berada di lokasi merespons dengan mengatakan, “Saya rasa tidak begitu, kawan.”

Peristiwa itu memicu kritik dari berbagai pihak yang mempertanyakan tindakan petugas saat menangani korban yang mengalami kondisi darurat.

Pelaku penusukan diketahui bernama Vickrum Digwa. Dalam proses penyelidikan, Digwa disebut menuduh korban melakukan serangan bermotif rasial sebelum akhirnya tuduhan tersebut terbukti tidak benar.

Pada Senin (1/6), Digwa dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah dinyatakan bersalah atas aksi penusukan tersebut dan terbukti memberikan keterangan palsu kepada polisi.

Kasus ini kembali memunculkan perdebatan di Inggris mengenai prosedur penanganan korban kejahatan oleh aparat kepolisian, terutama dalam situasi yang melibatkan korban dengan kondisi medis kritis.