JAKARTA – Dinding rumah yang lembap dan ditumbuhi jamur sering kali dianggap sebagai masalah sepele karena hanya dinilai mengganggu estetika. Selama tidak menimbulkan bau menyengat atau belum menyebar luas, banyak penghuni rumah memilih menunda pembersihannya.

Padahal, keberadaan jamur di dinding tidak hanya membuat rumah terlihat kusam. Pada ruangan dengan tingkat kelembapan tinggi dan ventilasi yang buruk, spora jamur dapat menyebar ke udara dan terhirup oleh penghuni tanpa disadari.

Jamur Dapat Memicu Gangguan Pernapasan

Paparan jamur di dalam rumah diketahui dapat memicu maupun memperburuk berbagai gangguan pernapasan. Gejala yang sering muncul antara lain batuk, mengi, hidung tersumbat, hingga kambuhnya asma pada penderita.

Berdasarkan pedoman kualitas udara dalam ruangan yang diterbitkan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, kondisi rumah yang lembap dan berjamur berkaitan dengan meningkatnya risiko gejala saluran pernapasan, asma, hingga infeksi pernapasan.

Sejumlah penelitian juga menemukan adanya hubungan antara lingkungan rumah yang lembap dan berjamur dengan meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan (respiratory tract infections atau RTI), khususnya pada anak-anak.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan jamur di rumah tidak hanya berpotensi memicu reaksi alergi, tetapi juga dapat berkaitan dengan peradangan maupun infeksi ringan pada saluran napas.

Bagaimana Jamur Memengaruhi Kesehatan Paru-Paru?

Jamur tumbuh subur di area yang lembap dan menghasilkan spora berukuran sangat kecil. Spora ini dapat melayang di udara dan masuk ke saluran pernapasan saat terhirup.