Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sebagian besar orang menghirup spora jamur setiap hari tanpa mengalami gangguan kesehatan yang berarti. Namun, dampaknya dapat berbeda-beda tergantung kondisi tubuh dan sistem kekebalan seseorang.
Pada individu yang sehat, paparan jamur umumnya hanya menyebabkan iritasi atau reaksi alergi ringan. Namun pada kelompok tertentu, paparan yang terus-menerus dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang lebih serius.
Risiko Infeksi Paru Akibat Jamur
Meski relatif jarang terjadi, infeksi paru akibat jamur tetap dapat muncul, terutama pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
Salah satu penyakit yang dikenal adalah aspergillosis, yaitu infeksi paru yang disebabkan oleh jamur Aspergillus. Penyakit ini umumnya terjadi setelah seseorang menghirup spora jamur dan paling sering menyerang organ paru-paru.
Tingkat keparahan penyakit sangat dipengaruhi oleh kondisi paru-paru dan sistem imun masing-masing individu.
Kelompok yang Lebih Rentan
Tidak semua orang memiliki risiko yang sama terhadap paparan jamur. Beberapa kelompok yang dinilai lebih rentan meliputi:
- Orang dengan daya tahan tubuh lemah, seperti pasien kemoterapi atau penerima transplantasi organ.
- Penderita asma.
- Penderita penyakit paru kronis, seperti COPD dan bronkiektasis.
- Bayi dan lanjut usia (lansia).
- Penghuni rumah dengan tingkat kelembapan tinggi dalam jangka waktu lama.
Pada kelompok tersebut, paparan jamur dari lingkungan dapat meningkatkan risiko infeksi maupun memperparah kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Jika terdapat jamur di dalam rumah, beberapa gejala berikut perlu mendapat perhatian:
- Batuk yang tidak kunjung membaik.
- Mengi atau napas berbunyi.
- Sesak napas.
- Hidung tersumbat atau iritasi.
- Gejala asma yang semakin sering muncul atau memburuk.
- Demam atau batuk berat pada orang dengan sistem imun lemah.
Apabila gejala tersebut muncul dan berlangsung dalam waktu lama, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

