3. Lactate Threshold Monitoring Teknologi Lab di Pergelangan Tangan

Biasanya, untuk mengetahui intensitas latihan optimal, pelari harus melakukan tes di laboratorium khusus. Tapi di Huawei GT Runner 2, Anda dapat melakukan pemantauan lactate threshold langsung dari pergelangan tangan tanpa alat tambahan.

Lactate threshold adalah titik di mana tubuh mulai menghasilkan asam laktat berlebih saat berolahraga. Mengetahui ini membantu Anda mengatur kecepatan agar tetap di zona latihan yang efektif dan mencegah kelelahan berlebihan. Melalui fitur ini, Anda bisa mengatur latihan secara ilmiah dan tepat.

4. Huawei TruSense Pemantauan Kesehatan dengan AI

TruSense adalah sistem pemantauan kesehatan berbasis kecerdasan buatan dari Huawei. GT Runner 2 mampu mengukur detak jantung dengan akurasi 98%, sekaligus memantau Heart Rate Variability (HRV) dan kualitas tidur Anda.

Selain itu, fitur ini juga mengukur kadar oksigen darah (SpO2). Algoritma NPU pada jam pintar ini menganalisis data secara real-time sehingga Anda mendapatkan pengawasan kesehatan yang komprehensif saat beraktivitas. Ini penting bagi Anda yang ingin menjaga kondisi fisik tetap prima.

5. Baterai 14 Hari Normal + 32 Jam Mode GPS

Daya tahan baterai GT Runner 2 cukup lama. Anda bisa menggunakan smartwatch ini hingga 14 hari untuk mode pemakaian harian normal. Sedangkan mode GPS yang aktif terus-menerus untuk melacak lari jarak jauh dapat bertahan hingga 32 jam.

Baterai yang tahan lama tentu memberi keleluasaan bagi Anda untuk berlari ultra marathon tanpa harus sering mengisi ulang daya. Jadi tidak perlu khawatir kehabisan baterai saat lari panjang maupun aktivitas harian.