Jambi – Pemerintah Provinsi Jambi menggelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan Haul Datuk Paduka Berhala di Masjid Raya Tsamaratul Insan, Selasa (20/1/2026).
Kegiatan keagamaan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh Al Haris, Wakil Gubernur Abdullah Sani, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, pimpinan Forkopimda, pejabat dan pegawai Pemprov Jambi, serta diikuti ribuan jamaah dari berbagai kalangan.
Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi diri terhadap ibadah dan amal yang telah dijalani. Ia berharap setiap waktu yang dilalui umat Islam diisi dengan nilai-nilai kebaikan dan tidak menjadi sia-sia.
“Hari ini kita berada di penghujung bulan Rajab. Mudah-mudahan semua ibadah dan amal yang kita lakukan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Al Haris.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersyukur atas kondisi Provinsi Jambi yang hingga kini diberikan rasa aman dan nyaman serta dijauhkan dari berbagai marabahaya.
Selain itu, Al Haris turut mengajak jamaah untuk mendoakan saudara-saudara di sejumlah daerah lain di Indonesia yang tengah diuji dengan bencana alam agar diberikan kesabaran dan segera dipulihkan oleh Allah SWT.
“Doa kita semoga Jambi senantiasa dijauhkan dari bencana, masyarakatnya rukun dan damai, sehingga rezeki Allah dimuliakan bagi seluruh warga Jambi di mana pun berada,” tuturnya.
Lebih lanjut, Al Haris menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai sarana untuk meneladani akhlak dan perilaku Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari, seperti sikap istiqomah, kesabaran, dan ketawadhuan dalam menghadapi berbagai ujian.
Selain Isra Mi’raj, kegiatan ini juga dirangkai dengan Haul Datuk Paduka Berhala, tokoh besar penyebar Islam di Jambi yang dikenal dengan nama Ahmad Salim. Gubernur menjelaskan bahwa Datuk Paduka Berhala merupakan ulama sekaligus bangsawan yang datang ke Jambi sekitar abad ke-15 dengan membawa ajaran Islam melalui pendekatan damai dan penuh hikmah.
“Beliau datang bukan untuk menaklukkan, melainkan menyemaikan benih-benih tauhid. Inilah yang membuat Islam di Jambi tumbuh dan mengakar kuat sejak dahulu kala,” kata Al Haris.
Ia juga mengaitkan sejarah masuknya Islam di Jambi dengan perkembangan Islam di Pulau Jawa pada masa yang sama, ketika para Wali Songo mulai menyebarkan Islam dan meletakkan dasar Kesultanan Demak. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa Islam di Jambi tumbuh sebagai ajaran yang damai, menyatukan, dan diterima oleh masyarakat.
“Oleh karena itu, tugas kita hari ini adalah memakmurkan masjid, mensyiarkan Islam, serta menjaga persatuan umat, agar Jambi tetap aman dan generasi mudanya menjadi generasi yang sholeh dan sholehah,” ucapnya.
Peringatan tersebut diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Muhammad Muhajir yang mengupas makna Isra Mi’raj sebagai penguat iman dan ketaatan kepada Allah SWT. Sementara itu, pembacaan manaqib Datuk Paduka Berhala dipimpin oleh Ustadz Nuzuli dan Ustadz Thoriq Kamal, menambah kekhusyukan suasana acara.



