JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa (20/10/2026). Berdasarkan peringatan dini BMKG, terdapat 13 daerah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat dan tiga daerah yang berpotensi dilanda angin kencang.

Peringatan tersebut dikeluarkan di tengah kondisi sebagian besar wilayah Indonesia yang masih mengalami musim kemarau. Dalam Prakiraan Cuaca Indonesia periode 16–22 Oktober 2026, BMKG menyebut sekitar 76 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia masih berada dalam musim kemarau, terutama di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi.

Sementara itu, sekitar 8 persen wilayah telah memasuki musim hujan. Kondisi tersebut membuat sejumlah daerah masih berpotensi mengalami kekeringan meteorologis akibat minimnya curah hujan.

Wilayah yang perlu mewaspadai kondisi tersebut meliputi Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, serta Papua Selatan.

Meski sebagian besar wilayah masih mengalami musim kemarau, hujan tetap berpotensi turun di sejumlah daerah. Secara umum, curah hujan di Indonesia diperkirakan berada pada kategori rendah hingga menengah.

Faktor Atmosfer yang Memicu Potensi Hujan

BMKG menjelaskan bahwa sejumlah dinamika atmosfer berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan secara lokal di beberapa wilayah Indonesia.

Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) secara spasial diprakirakan aktif di sebagian Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, dan Maluku Utara. Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial diperkirakan aktif di Samudra Hindia sebelah barat Sumatra.