Jakarta — Ratusan bank di China tutup sepanjang 2025 sebagai bagian dari kebijakan konsolidasi sektor perbankan. Pemerintah China tengah mendorong terbentuknya lebih sedikit lembaga perbankan dengan ukuran, permodalan, dan kemampuan yang lebih kuat di tengah perlambatan ekonomi.

Sepanjang 2025, konsolidasi yang didorong kebijakan pemerintah membuat 670 bank ditutup. Jumlah tersebut setara sekitar seperempat dari total bank di China.

Sebagian besar bank yang ditutup merupakan bank berukuran kecil yang beroperasi di wilayah pedesaan.

“China meningkatkan merger dan pembubaran bank untuk membentuk lebih sedikit lembaga keuangan, tetapi dengan ukuran, permodalan, dan kemampuan yang lebih kuat,” kata analisis Fitch Ratings dikutip CNBC International, Senin (5/10).

Bank kecil dan pedesaan jadi perhatian

Fitch Ratings menyebut bank komersial kecil dan bank pedesaan masih menjadi bagian yang paling lemah dalam sistem keuangan China.

Lembaga pemeringkat tersebut menyoroti kualitas aset yang buruk, permodalan yang rendah, serta persoalan tata kelola, terutama pada wilayah China yang kurang berkembang.

Fitch mencatat tingkat pengembalian aset (return on assets/ROA) bank pedesaan turun menjadi 0,45 persen pada paruh pertama 2026, dari 0,56 persen pada 2021.

Pada periode yang sama, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bank-bank tersebut naik menjadi 2,8 persen. Angka itu lebih tinggi dibandingkan rata-rata sektor perbankan China sebesar 1,5 persen.

Menurut Fitch, konsolidasi dilakukan untuk memperkuat pengawasan, membatasi celah dalam penerapan aturan, serta meningkatkan transparansi sektor perbankan.

Risiko penularan dinilai terbatas

Meski ratusan bank ditutup, Fitch menilai persoalan yang terjadi pada bank-bank kecil kemungkinan tidak akan menimbulkan penularan ke seluruh sistem keuangan China.